Awal September, Uji Coba Tol Tangerang-Merak Bayar Tol Tanpa Henti

Awal September, Uji Coba Tol Tangerang-Merak Bayar Tol Tanpa Henti
Awal September, Uji Coba Tol Tangerang-Merak Bayar Tol Tanpa Henti. Uji coba sistem pembayaran tanpa tap atau electronic collection free flow akan dilakukan PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) mulai awal September ini. Sistem ini diharapkan memangkas waktu transaksi menjadi lebih cepat dari sistem tap kartu uang elektronik yang saat ini berlaku.

“Di laboratorium uji coba yang telah dilakukan, sistem ini memungkinkan mobil yang berkecepatan 60 km per jam bisa terdeteksi. Tidak perlu berhenti untuk transaksi karena palang pintu tol otomatis terbuka,” ujar Presiden Direktur PT Marga Mandalasakti (MMS) Krist Ade Sudiyono di sela-sela penandatanganan Perjanjian Pembangunan Simpang Susun Balaraja Timur di Tangerang, Banten, Kamis (30/8/2018).

Krist menambahkan, sistem ini diyakini akan membuat transaksi di pintu tol semakin cepat karena kendaraan tidak perlu berhenti. Sebagai perbandingan, waktu transaksi ketika menggunakan uang elektronik yang di-tap, setiap kendaraan membutuhkan waktu hingga 2-10 detik untuk setiap transaksi.

Pada tahap awal, uji coba tersebut dilakukan di lima gerbang tol yang ada di jalur Tangerang-Merak. Namun, uji coba tersebut masih terbatas di lingkungan internal dan belum untuk masyarakat umum. “Jika berhasil ini akan memperbaharui sistem electronic collection yang ada sekarang,” kata dia.

Menurut Krist, untuk menerapkan sitem pembayaran tol tanpa berhenti (free flow) perlu kerja sama yang kuat dengan pemangku kepentingan lainnya mulai dari badan usaha jalan tol hingga perbankan.

Krist menambahkan, untuk mengimplemantasikan teknologi tersebut, diperlukan perangkat khusus berupa mesin reader yang disimpan di kendaraan, kemudian mesin pembaca sinyal dan terakhir back-end system untuk perhitungan pembayarannya.

“Ujung-ujungnya ini kan ke arah transaksi yang lebih efisien, lebih cepat sehingga tidak ada lagi antrean saat melewati pintu tol,” ujar Krist. Ke depan, kata Krist, teknologi ini diharapkan bisa mengakomodasi pembayaran digital berbasis aplikasi.

Adapun terkait waktu penerapan keseluruhan sistem ini di Tol Tangerang-Merak, ujarnya, masih menunggu respons pemerintah dalam hal ini Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Pemerintah ingin segera menerapkan ini. Terus kita diskusikan bersama apakah ini akan dipakainya secara nasional. Tunggu tanggal mainnya. Akan lebih baik lagi jika bisa serentak diterapkan bersama-sama operator tol lainnya di Indonesia,” kata Krist.

Sistem pembayaran tol tanpa berhenti merupakan bagian dari program operasional unggulan tol Tangerang-Merak. Selain itu, PT MMS juga memiliki sistem pemantauan lalu lintas tercanggih dinamakan intelligent traffic management. Teknologi yang memanfaatkan kamera pengawas pintar ini dapat menyampaikan informasi secara cepat apabila di ruas jalan tol ada kendaraan yang berhenti atau objek lain yang tidak seharusnya ada di jalan tol.

“Total kita punya 90 kamera cerdas. Sebanyak 54 unit di antaranya khusus untuk di lajur utama tol Tangerang-Merak, sisanya dipasang di simpang susun,” tambah Kepala Divisi Hukum dan Humas PT MMS Indah Permanasari.

Comments

Popular posts from this blog

Dukung Ekspor Kawasan IWIP, Kemenhub Perbanyak Infrastruktur Transportasi Di Halmahera

Gubernur Sulut: Sektor Pariwisata Menopang Kemajuan Ekonomi Sulut